peradaban lembah sungai nil





Nama  : Rina Rahma
Nim  : 140501007



                   
BAB II
PEMBAHASAN
 1. Peradaban Lembah Sungai Nil
            Mesir adalah peradaban pertama di Afrika. Berawal pada milinium keempat sebelum Masehi. Di sepanjang tepian Sungai Nil peradaban tersebut bertahan hingga ujung periode ini dan bahkan lebih. Ciri khas peradaban ini adalah proyek proyek pembangunan makam raksasa,evolusi tulisan Hieroglif dan tekhnologi perunggu. Pada waktu yang sama masyarakat yang bercocok tanam dan membiakkan hewan berkembang di beberapa bagian sahara.Di Afrika barat tekhnologi mulai berkembang di dekat periode tersebut.[1]

2. Letak Geografis
               
Sungai Nil adalah sungai  terpanjang  di dunia yaitu mencapai 6400 kilometer.Sungai Nil bersumber dari mata air yang terletak di daratan tinggi pegunungan kalimanjaro di Afrika timur.ada empat negara yang di lewati Sungai Nil yaitu:Mesir,Uganda,Sudan dan Ethiopia.
 Sungai Nil mengalir melintasi gurun panas dan berdebu di Mesir. Sungai Nil juga menjadi jalan utama yang menggabungkan kota-kota yang berjarak ratusan kilometer.Sungai Nil ini mengalir dari Afrika tengah melewati Mesir dan bermuara di laut tengah.
Setiap tahun Sungai Nil selalu banjir. Luapan banjir itu mengenangi daerah kiri dan kanan sungai,sehingga menjadi lembah yang subur selebar 15 atau 50 kilometer. Di sekeliling lembah sungai adalah gurun. Batas timur adalah gurun Arabia di tepi laut merah.Batas selatan terdapat gurun Nubia di Sudan,batas barat  adalah gurun Libya. Kemudian batas utara Mesir adalah Laut Tengah.[2]

        3. Penduduk
Masyarakat  Mesir kuno terdiri atas beberapa lapisan masyarakat. Lapisan pertama terdiri dari para bangsawan,raja,pendeta yang mempunyai hak-hak istimewa. Golongan kedua yaitu masyarakat kelas menengah yang umumnya terdiri atas pedagang kaya dan pemilik tanah,dan lapisan ketiga terdiri atas rakyat biasa,yaitu para petani dan buruh serta budak. Kebanyakan penduduk Mesir adalah petani. Mereka bekerja sepanjang hari di ladang dan lumbung. Biasanya mereka mamulai musim tanam setelah air banjir surut.
      Lumpur yang subur di tambah dengan saluran irigasi dari Sungai Nil membuat tanaman tumbuh subur. Air Sungai Nil di manfaatkan untuk irigasi dengan membangun saluran air,terus-terusan dan waduk. Air sungai di alirkan ke ladang-ladang milik penduduk dengan distribusi yang merata. Untuk keperluan irigasi di buatlah organisasi pengairan yang biasanya di ketuai oleh para tuan tanah atau golongan feodal. Hasil pertanian Mesir adalah gandum,sekoi atau jamawut dan jalai yaitu padi-padian yang biji atau buahnya keras seperti jagung. Orang Mesir juga beternak. Sapi,Domba,dan Kambing memberikan daging dan susu. Beberapa orang juga memelihara itik dan merpati. Untuk memenuhi kebutuhan barang-barang serta untuk menjual hasil produksi rakyat Mesir,maka di jalinlah hubungan dagang dengan Funisia,Mesopotamia dan Yunani di kawasan laut tengah.[3]
                  Dari tahun 5000-3300 sm,para petani di sekitar Sungai Nil berkumpul bersama untuk menggali sebuah kanal yang di gunakan untuk mengontrol banjir tahunan Sungai Nil dan mengairi tanaman mereka. Sejak tahun 3300 SM,desa desa pertanian Sungai Nil tumbuh menjadi kota. Raja yang berkuasa dan kaya dikuburkan dalam sebuah kuburan berbentuk kotak besar dari batu bata yang di namakan Mastabas. Dan masyarakat Mesir mulai mengolah tembaga dan batu,mengecat pot-pot bunga,mengayam keranjang,dan menggunakan roda pembuat gerabah. Para pengrajin membuat bermacam-macam benda yang bagus,para pelajar mengembangkan tulisan dan sistem penanggalan serta mempelajari astronomi dan matematika.

  4. Sistem Kepercayaan
Masyarakat Mesir kuno mengenal pemujaan terhadap banyak dewa(Politheisme). penyembahan terhadap dewa-dewa adalah bagian terpenting dalam kehidupan orang Mesir. Dewa tidak terpisah dalam setiap kehidupan bangsa Mesir. Kuil-kuil Mesir juga di lengkapi dengan sekolah,bengkel kerja,dan gudang perbekalan sekaligus sebagai rumah para pendeta. Sedangkan para pendeta dan pemimpin peribadatan tak hanya bertugas melayani dewa-dewa. Mereka  juga melakukan banyak tugas lain. Kebanyakan tugas  yang mereka lakukan adalah tugas kemasyarakatan seperti mengajar.[4]
                   Bangsa Mesir menyembah banyak dewa.jumlahnya mencapai ratusan.Dewa-dewa itu di antaranya Osiris sebagai dewa kehidupan dan pertanian,hartor atau dewi penjaga wanita dan anak-anak,Amun atau dewa udara,Ra atau dewa Matahari,dewa Amon atau dewa Bulan,yang kemudian menjadi dewa Amon Ra. Sebagai lambang pemujaan dewa Ra di buatlah sebuah Obelisk,yaitu tiang batu yang ujungnya runcing. Sebagai tempat pemujaan dewa amon,didirikanlah kuil karnak yang indah pada masa Thutmosis III. Thoth sebagai dewa ilmu pengetahuan,dan Anubis adalah dewa kematian. Wujud kepercayaan yang berkembang di Mesir berdasarkan : (1) penyembahan terhadap dewa-dewa berangkat dari ide/gagasan bahwa manusia tidak berdaya untuk menaklukkan alam. (2)yang di sembah adalah dewa/dewi yang menakutkan seperti dewa Anubis atau  yang memberi sumber kehidupan.
                   Jadi dengan taat menyembah pada dewa masyarakat lembah Sungai Nil  berharap jangan menjadi sasaran dewa maut Kepercayaan kedua berkaitan dengan jenazah yang di sebut mummi. Dasar nya membuat mummi adalah bahwa manusia tidak dapat menghindari dari kehendak dewa maut. Manusia ingin tetap hidup abadi. Agar roh tetap hidup maka jasad sebagai lambang roh harus tetap utuh. Mereka malah mengenal hewan-hewan suci yang di anggab sakral,seperti terlihat dalam beberapa lukisan dan patung hewan manusia dan manusia  berkepala hewan.
                   Masyarakat Mesir juga  percaya jika tuhan berada di dalam kuil.banyak orang di pekerjakan di kuil ini untuk merawat dan membersihkan kuil. Jantung kuil atau tempat di dalam kuil adalah tempat yang paling sakral dari seluruh bagian kuil. Di sini terdapat patung dewa yang sangat di agungkan dan puja. Hanya Pharaoh dan pendeta tertinggi saja yang berada di tempat ini. Sedangkan penduduk biasa hanya diizinkan berada diluar kuil. Wanita banyak berperan saat upacara persembahan. Mereka membersihkan patung dewa,mendandani layaknya manusia,dan memandikannya tiga kali sehari. Saat berlangsung upacara,para wanita menari dan menyanyi di pelataran kuil. Mereka bernyanyi dan menari dengan gerakan akrobatik untuk dewa. Mereka juga memainkan alat musik sejenis kabasa(caracas)yang menjadi simbol dewi Hathor.
                  Menurut agama resmi mereka Fir’aun (Pharaoh) adalah makhluk suci,dia adalah penjelmaan dari tuhan-tuhan mereka di muka bumi dan tujuannya untuk menyelenggarakan keadilan dan melindungi mereka di dunia.[5]

                         Dewa Dewa Mesir Kuno
      
           
5.Sistem pemerintahan
Sepanjang lembah Sungai Nil terbagi dalam dua wilayah yaitu Sungai Nil Hulu dan Sungai Nil Hilir,pada masing masing daerah terbentuk kelompok yang terpisah. Mesir awal terbagi ke dalam dua kerajaan : Mesir atas dan Mesir bawah yang terletak di delta Sungai Nil. Pada 3100 SM,raja Menes dari Mesir atas mempersatukan dua kerajaan,tetapi raja Mesir selalu di panggil ‘raja atas dan bawah Mesir. Menes menjadikan Menphis sebagai ibu kota kerajaanya. Kedua dinasti Mesir bertahan dari 1300-2686 SM. Selama dinasti ketiga(sampai 2613 SM ) raja rajanya mulai di kuburkan di dalam piramida.[6]
    Secara garis besar keadaan pemerintahan raja-raja  Mesir adalah sebagai berikut:
a)      Karajaan Mesir Tua (2660-1280 SM)
Lahirnya kerajaan Mesir tua setelah menes berhasil mempersatukan Mesir hulu dan Mesir hilir.sebagai pemersatu ia di gelari  Nesutbiti dan di gambarkan memakai mahkota kembar. Kerajaan Mesir tua di sebut zaman piramida karena pada zaman inilah di bangun piramida-piramida terkenal misalnya piramida sakarah dari Fir’aun Joser. Piramida di Gizeh adalah makam Fir’aun Choeops,Chifren dan Menkawa.
                  Runtuhnya Mesir tua di sebabkan karena sejak tahun 2500 SM pemerintahan mengalami kekacauan. Bangsa-bangsa dari luar  misalnya dari asia kecil melancarkan serangan ke Mesir. Terjadilah perpecahan antara Mesir hulu dan Mesir hilir.

b)      Kerajaan Mesir tengah (1640-1570 SM)
                         kerajaan Mesir tengah di kenal dengan tampilnya Sesotris III.ia berhasil memulihkan persatuan dan membangun kembali  Mesir. Tindakannya antara lain membuka tanah pertanian,membangun proyek irigasi,membuat waduk dan lain-lain. Ia meningkatkan perdagangan serta membuka hubungan dagang dengan Palestina,Syiria dan pulau Kreta. Sesotris III juga berhasil memperluas wilayah ke selatan sampai Nubia(kini Ethiopia). Sejak tahun 1800 SM  kerajaan Mesir tengah di serbu dan di taklukkan oleh bangsa Hyksos. Pada waktu itu kerajaan Mesir tengah sedang mengalami kehancuran yang sangat signifikan.
c)      Kerajaan Mesir Baru (1570-1075 SM)
        Setelah di duduki bangsa Hyksos,Mesir memasuki zaman kerajaan baru atau zaman imperium.di sebut zaman imperium karena para fir’aun Mesir berhasil merebut wilayah/daerah di asia barat termasuk Palestina,Funisia dan Syiria.[7]

Raja-raja yang memerintah zaman Mesir baru antara lain:
1.Ahmosis I. Ia berhasil mengusir bangsa Hyksos dari Mesir. Ahmosis mengembangkan kerajaanya ke selatan (Nubia) dan ketimur (Kanaan/Israel). Ia mendirikan pemerintahan yang kuat di Thebes danmembangun kuil bagi dewa-dewi Mesir di Thebes dan di tempat lain.

   2.Thutmosis I. Pada masa pemerintahanya Mesir berhasil menguasai Mesopotamia yang subur.

 3.Thutmosis III. Merupakan raja terbesar Mesir.ia memerintah bersama istrinya hathsput.batas wilayah kekuasaanya di timur sampai Syiria,di selatan sampai Nubia,di barat sampai Libia dan di utara sampai pulau Kreta dan Sicillia. Karena tindakan tersebut ia di juluki ‘napoleon dari Mesir. Thutmosis III juga di kenal karena memerintahkan pembangunan kuil karnak dan luxor.

  4. Imothep IV. Kaisar ini di kenal seorang raja yang pertama kali memperkenalkan kepercayaan yang besifat monotheisme kepada rakyat Mesir kuno yaitu hanya menyembah kepada satu dewa Aton ( dewa matahari) yang merupakan roh yang tidak berbentuk.

 5.Ramses II. Ramses II adalah fir’aun terbsar Mesir. Ramses II mulai berkuasa pada tahun 1289  SM. Ramses II memimpin pasukan Mesir dalam sebuah peperangan melawan orang Hitties. Ramses II  dikenal membangun bangunan bangunan besar bernama Remessum dan kuil serta makamnya di Abusimbel. Ia juga pernah memerintahkan panggilan sebuah terusa yang menghubungkan daerah Sungai Nil dengan laut Merah namun belum berhasil. Ramses II di perkirakan berkuasa pada zaman nabi Musa. Setelah kekuasaan Ramses II,Mesir terus mengalami kemunduran,sampai akhirnya di taklukkan oleh Assyria.[8]

6. Sistem Hukum
            Sistem hukum di Mesir kuno secara resmi di kepalai oleh Fir’aun,yang bertanggung jawab membuat peraturan,menciptakan keadilan,serta menjaga hukum dan ketentraman. Konsep ini,oleh masyarakat Mesir di sebut Ma’at. Meskipun belum ada undang-undang yang di temukan,dokumen pengadilan menunjukkan bahwa hukum di Mesir kuno di buat berdasarkan pandangan umum tentang apa yang benar dan apa yang salah,serta menekankan cara untuk membuat kesepakatan dan menyelesaikan konflik.

     7.Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi
            a.Tulisan
Orang Mesir mempelajari tulisan dari bangsa Sumeria.dan mulai mengembangkan tulisan hieroglif mereka sendiri. Masyarakat Mesir mengenal bentuk tulisan  yang di sebut hieroglaphy[9] berbentuk gambar. Tulisan hieroglaf banyak di temukan di dinding piramida,tugu obelisk maupun daun papirus. Seni tulis menulis di bangsa Mesir sudah di mulai sejak 4000 SM. huruf Hieroglif terdiri dari gambar dan lambang berbentuk manusia,hewan dan benda-benda. Setiap lambang Hiogralif mempunyai makna tersendiri.proses perkembangan huruf di Mesir:
a)      Huruf Hieratic huruf yang di gunakan di Mesir kuno sejak tahun 3200 SM bentuknya seperti benta biasanya di pahat di batu atau batang pohon.
b)      Huruf Demotic hasil perubahan dari huruf hiearatic agar mudah di tulis di atas papirus atau papan kayu.
c)      Huruf Coptik hurufnya di buat lebih mudah agar dapat di gunakan dengan mudah juga oleh rakyat jelata jadi huruf ini banyak di gunakan untuk keperluan sehari-hari selain untuk urusan agama.
Di Mesir kuno kertas di buat dari papirus,sejenis ilalang yang tumbuh di tepi Sungai Nil. Bangsa Mesir kuno memotong ilalang itu dan menghilangkan lapisan luarnya. Mereka merendam bagian dalam ilalang di dalam air dan menekannya menjadi lembaran lembaran. Mereka kemudian memukuli lembaran-lembaran itu menjadi satu,mengeringkan,dan menghaluskannya menjadi kertas. Selain di buat menjadi kertas, papirus juga dapat di buat sebagai bahan pembuat kapal. Kapal papirus banyak di gunakan dalam pelayaran sepanjang Sungai Nil. Untuk membuat kapal,papirus harus di keringkan,lalu di bongkok dan dianyam menjadi semacam  gelondongan. Selain lebih ringan,kapal papirus juga lebih mudah di buat dari gelondongan kayu.[10]
     b. Sistem kelender
                  Masyarakat Mesir mula-mula membuat kalender bulan berdasarkan siklus (peredaran) bulan selama 291/2 hari. Karena dianggap kurang tetap kemudian mereka menetapkan kalender berdasarkan kemunculan bintang Anjing (Sirius) yang muncul setiap tahun. Mereka menghitung satu tahun adalah 12 bulan, satu bulan 30 hari dan    lamanya setahun adalah 365 hari yaitu 12 x 30 hari lalu ditambahkan 5 hari. Mereka juga mengenal tahun kabisat. Penghitungan ini sama dengan kalender yang kita gunakan    sekarang yang disebut Tahun Syamsiah. Penghitungan kalender Mesir dengan sistem tahun syamsyiah kemudian diadopsi oleh bangsa Romawi menjadi kalender Romawi dengan sistem Gregorian. Sedangkan bangsa Arab kuno mengambil alih  Penghitungan peredaran bulan menjadi tarik Hijriah.
  c.Seni Bangunan
Bangsa Mesir adalah seniman yang sangat luar biasa. Keterampilan para pengrajin Mesir di dapat secara turun temurun. Mereka mempelajari ilmunya dari ayah-ayah mereka,dan pada gilirannya harus di ajarkan pada anak laki-laki mereka. Kebanyakan para seniman Mesir adalah pemahat dan pematung. Mereka membuat patung dari perunggu,kayu,batu,dan bahan bahan lain.
                  Sampai saat ini,para ahli masih belum mendapatkan jawaban bagaimana para seniman Mesir bisa membuat benda-benda seindah piramid dan spink,dengan perkakas yang masih sangat sederhana. Tidak hanya dari batu,banyak sekali hasil karya para seniman Mesir yang terbuat dari emas. Tatahan di emas sangat halus dan detil. Bahkan dengan peralatan modern pun masih sulit membuatnya,terutama patung-patung dan peti mati raja yang di buat dari emas murni. Peninggalan bangunan Mesir yang terkenal adalah Piramida,Patung Spink dan juga kuil Karnak.
       d.Pembuatan Mummi
                  Bangsa Mesir percaya bahwa roh yang meninggal masih tetap berada pada jasadnya apabila tidak rusak. Dari kepercayaan inilah timbul usaha untuk mengawetkan orang yang sudah meninggal,atau yang lebih di kenal dengan mumi. Mumi adalah jasad yang di awetkan. Orang Mesir percaya bahwa orang yang telah mati akan hidup di dunia lain. Di sana ia memerlukan barang-barang yang sama seperti yang ia butuhkan sebelum  meninggal. Karenanya badan orang mati harus di  rawat. Ketika orang penting meninggal,seperti Pharaoh para pendeta melakukan banyak upacara untuk membantu orang yang meninggal dalam perjalanan menuju kehidupan yang bahagia di dunia lain.[11]
       

   8. Peninggalan  Kebudayaan Peradaban Mesir

1.       Jimat
Orang Mesir senang mengenakan jimat. Jimat favorit mereka adalah sosok kumbang besar yang diukir dari batu. Kumbang besar dipuja sebagai penghormatan kepada dewa matahari, Ra.
2.       Papirus
                 Papyrus                                                Kertas Papyrus
Papirus adalah kertas kaku yang dibuat dari buluh papirus. Orang Mesir merekatkan lembaran menjadi gulungan perkamen. Tulisan hieroglif bidang administrasi dan keagamaan dituliskan dengan tangan.[12]

3.       Piramida
          
 Sekitar 2630 SM, orang Mesir membangun banyak piramida. Yang paling terkenal adalah piramida besar di Giza. Tidak seorang pun tahu mengapa bentuk itu yang dipilih. Skala dan dimensinya menunjukan bagian tujuan astronomi, matematis dan spiritual. Dengan membangun monumen besar seperti itu, para firaun berusaha menyenangkan para dewa dan mewariskan peninggalan penting dalam sejarah. Beberapa blok batu panjang di atas ruangan raja memiliki berat hingga 60 ton.
Piramida besar, salah satu piramida yang terdapat di Giza dan makam Firaun Khufu, memiliki lorong dan ruang misterius yang panjang. Pembangunan piramida membutuhkan keterampilan tinggi. Dibutuhkan waktu lebih dari 30 tahun untuk membangun piramida Besar di Giza.
            Upacara Pemakaman para firaun Mesir sangat rumit. Proses itu memasuki Lembah Kuil. Jenazah yang sudah dibalsem dibawa naik ke jembatan yang menuju piramida.


4.Tulisan Heiroglaphy
                  Huruf hieroglaphy pada awalnya merupakan huruf gambar dari huruf tersebut muncul tulisan batu yang di sebut Hierotis yang di pergunakan oleh para pendeta Mesir untuk keperulan keagamaan dan huruf demotis yang di pergunakan oleh rakyat. Huruf Hieroglaphy di gunakan terus menerus samapai pada abad ke-5 sesudah masehi.[13]

5.Sphinx
                  Sphinx adalah bangunan raksasa dari batu yang berupa singa berkepala manusia yang di didirikan di depan sebuah piramida. Sphinx befungsi untuk melindungi Piramida. Sphinx merupakan lambang kekuasaan dan pemerintahan dari seorang raja Mesir di makamkan pada piramida tersebut.Badan Sphinx merupakan lambang kekuatan dari raja yang memeintah,sedangkan kepala Sphinx merupakan lambang kebijaksanaan.

        7.Kota kota kuno di Mesir
            Kota-kota kuno di Mesir sangat erat  hubungannya dengan kekuasaan raja raja di Mesir kuno. Kota kota tersebut yakni :
a.Kota Gizeh,terdapat bangunan Piramida yang terbesar dan terkenal(Piramida raja Cheops) dan ketinngiannya mencapai 137 M.
b.Kota Deir El Bahri ,di kota kota ini di temukan tempat pemujaan masyarakat Mesir seperti kuil  dewa Amon yang di bangun oleh ratu Hatshepsut.
c.Kota Abu Simbel,di temukan bangunan kuil yang di bangun pada masa  pemerintahan raja Ramses II.
d.Kota Memphis dan Thebe,kedua kota ini terdapat bangunan istana-istana yang sangat megah.[14]




[1]Simon Adam,Sejarah Dunia:dari Mesir kuno Hingga Tsunami Asia,(Jakarta:Erlangga,2007),hlm.36
[2]Rika Moniarti,Sejarah Peradaban Kuno,(Bandung:Mitra Sarana,2008),hlm.5
[3] Cho Han Ook,Why? Origin of HumanKind and Civilization,(Jakarta:PT:Gramedia,2011),hlm.84
[4] Heri Herianto,Mesir Kuno,(Jawa Timur: Erlangga,2008),hlm.26
[5]Georg Wilhelm,Filsafat Sejarah,terj.Cuk Ananta Wijaya,(Yogyakarta:Pustaka Pelajar,cet.1,2001),hlm.36
[6] Heri Herianto,Mesir Kuno,(Jawa Timur: Erlangga,2008),hlm.25
[7]Rika Moniarti,Sejarah Peradaban Kuno,(Bandung:Mitra Sarana,2008),hlm.6-7
[8] Afareez ABD Razak Alhafiz,Misteri Fir’aun Musuh Para Nabi,(Jakarta:Pt.Ufuk Publishing House,Cet.1,2012),hlm. 17
[9] Huruf Hieroglypy adalah huruf yang berbentuk lambang atau tulisan yang setiap gambar mempunyai makna tersendiri.Baca era bangsa bangsa di dunia,selly steward(Bandung: pustaka,2010)
[10]Georg Wilhelm,Filsafat Sejarah,terj.Cuk Ananta Wijaya,(Yogyakarta:Pustaka Pelajar,cet.1,2001),hlm.40
[11]John Farndon,Sejarah Dunia Untuk Anak Pintar,terj.Retno Wulandari,(Jogjakarta:Platinum,Cet.VII,2009),hlm.72
        [12]John Farndon,Sejarah Dunia Untuk Anak Pintar,terj.Retno Wulandari,(Jogjakarta:Platinum,Cet.VII,2009),hlm.56
[13] Rika Moniarti,Sejarah Peradaban Kuno,(Bandung:Mitra Sarana,2008),hlm.10
[14]Eddy Soetrisno,100 kota besar bersejrah di dunia,(Jakarta:PT.Intimedia & Ladang Pustaka),hlm.37

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tinggalan Arkeologi Masjid Tuha Lam'ura

SISTEM BUDAYA ADAT ACEH DALAM MEMBANGUN KESEJAHTERAAN

PULAU SCOTRA