historiografi islam nusantara
HISTORIOGRAFI
ISLAM NUSANTARA
DI
S
U
S
U
N
OLEH :
RINA RAHMA (140501007)
LENI MASTURA ( 140501022)
FAKULTASADAB DAN HUMANIORA
JURUSAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI AR-RANIRY
DARUSSALAM,BANDA ACEH
2017
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan
kehadirat Tuhan yang Maha Esa karena dengan berkat rahmat, karunia, serta
taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang Historiografi islam nusantara ini dengan baik meskipun masih banyak
kekurangan didalamya. Dan kami juga berterima kasih pada dengan mata kuliah Historiografi islam yang telah memberikan tugas ini kepada kami.
Kami juga menyadari sepenuhnya
bahwa dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh
sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah
yang telah kami buat dimasa yang akan datang. Mengingat tidak ada sesuatu yang
sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat
dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila
terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenaan dan kami memohon kritik dan
saran yang membangun demi perbaikan dimasa depan.
Banda
Aceh, 21 Maret 2017
Kelompok 5
DAFTAR
ISI
Kata Pengantar................................................................................................................... i
Daftar Isi........................................................................................................................... ii
BAB
I PENDAHULUAN............................................................................................... 1
A. Latar
Belakang................................................................................................ 1
B. Rumusan
Masalah............................................................................................ 1
C. Tujuan
Masalah................................................................................................ 1
D. Manfaat
Penulisan Makalah............................................................................ 1
BAB
II PEMBAHASAN................................................................................................ 2
1. Masuknya
Islam ke
Nusantara.........................................................................2
2. Perkembangan
Historografi awal islam........................................................... 2
3. Historiografi
islam nusantara .......................................................................... 3
4. Perkembangan
historiografi islam indonesia................................................... 5
5. Pendapat
ahli Mengenai Historigrafi islam Nusantara.................................... 6
BAB
III PENUTUP........................................................................................................ 7
1. Kesimpulan...................................................................................................... 7
2. Saran................................................................................................................ 7
DaftarPustaka…................................................................................................................8
Pertayaan dan jawaban
......................................................................................................9
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Masalah
Sejarah tidak ubahnya kacamata masa
lalu yang menjadi pijakan dan langkah setiap insan di masa mendatang. Hal
tersebut berlaku pula bagi mahasiswa UIN
Ar-raniry Banda Aceh untuk tidak hanya sekedar paham sains tapi juga paham akan
sejarah di masa lalu untuk menganalisa dan mengambil ibrah dari setiap
peristiwa yang pernah terjadi.
Seperti
yang di ketahui setelah adanya historiografi islam dimasa lalu yang membuat penikmat sejarah
terpukau melihatnya sekarang, dan dalam makalah ini akan menyajikan sedikit
tentang historiografi islam nusantara.yang
konon katanya sudah sangat menakjubkan .
B. Rumusan Masalah
a. kapan awal
mula islam masuk ke nusantara?
b. Bagaimana
perkembangan historiografi awal ?
c. Apa yang di
maksud dengan historiografi islam
nusantara ?
d. Bagaimana
perkembangan historiografi islam di indonesia?
e. Siapakah
ahli yang mengemukakan mengenai historiografi islam nusantara?
C.
Tujuan
Masalah
Makalah ini
disusun dalam rangka merefleksi kembali sejarah yang telah lalu, sebagai cermin
pertimbangan untuk masa mendatang. Sekaligus juga untuk memenuhi tugas kelompok
mata kuliah historiografi islam .
D. Manfaat Penulisan
Manfaat dari penulisan makalah ini sebagai berikut :
a. Sebagai media untuk menambah ilmu dan pengetahuan bagi para pembaca
b. Sebagai bahan referensi untuk peneliti selanjutnya agar dapat melengkapi ke kurangan yang terdapat dalam makalah ini.
Manfaat dari penulisan makalah ini sebagai berikut :
a. Sebagai media untuk menambah ilmu dan pengetahuan bagi para pembaca
b. Sebagai bahan referensi untuk peneliti selanjutnya agar dapat melengkapi ke kurangan yang terdapat dalam makalah ini.
BAB II
PEMBAHASAN
1.Masuknya
Islam ke Nusantara
Indonesia merupakan negeri kepulauan yang
mayoritas penduduknya beragama Islam. Menurut Snouck Hurgronje Islam masuk ke
Indonesia pada abad ke 13 M yang berasal dari wilayah India Selatan. Dengan
adanya bukti tulisan yang ada pada batu nisan Sultan Pasai. Adapun teori dari
Pijnappel yang menyatakan bahwasannya datangnya Islam ke Indonesia berasal dari
Gujarat dan Malabar. Pada saat itu orang-orang yang mengikuti madzhab Syafi’i
bermigrasi dan menetap di wilayah India dan kemudian ke Nusantara.
Masuknya Islam
di Indonesia bisa dikatakan sangat unik, karena para ulama atau orang-orang
yang menyebarkan Islam berusaha dengan berbagai cara untuk menyebarkan Islam. Mereka
mulai dari berdagang, melalui kesenian seperti wayang, hingga menikahi anak
bangsawan untuk menyebarkan Islam lebih luas, hingga saat ini Islam sebagai
agama mayoritas di Indonesia. Dengan berbagai macam cara tersebut maka telah
banyak memikat hati para sejarawan muslim untuk membahas dan menulis mengenai
sejarah masuknya Islam di Indonesia.[1]
2.Perkembangan
Historiografi Awal Islam
Historiografi islam merupakan penulisan
sejarah oleh seseorang beragama islam, baik perorangan maupun kelompok dari
berbagai aliran keyakinan dalam suatu waktu tertentu. Karya-karya dalam
historiografi islam banyak ditulis dengan menggunakan huruf Arab, namun ada
pula yang berbahasa seperti Persia dan Turki. Tujuan dari penulisan sejarah
islam adalah untuk menunjukkan perkembangan konsep sejarah baik di dalam
pemikiran maupun di dalam pendekatan ilmiah yang dilakukannya disertai dengan
uraian mengenai pertumbuhan, perkembangan, dan kemunduran bentuk-bentuk
ekspresi yang dipergunakan dalam penyajian bahan-bahan sejarah historiografi
islam.
Keterkaitan antara historiografi dengan
perkembangan ilmu pengetahuan agama islam, dan kedudukan sejarah di dalam
pendidikan islam telah memberikan pengaruh yang sangat mempengaruhi intelektual
penulisan sejarah. Pembahasan historiografi Islam dilakukan dengan berbagai
macam cara sesuai dengan sudut pandangan masing-masing para ahli. Bentuk
historiografi Islam pada dasarnya terbagi menjadi tiga, yaitu
1. Khabar, yang
berisikan ceritera-ceritera yang berhubungan dengan peperangan dan lain-lain.
2. Chronologi, yang
mencatat kejadian-kejadian sejarah menurut tahun.
3. Bentuk yang lebih
kecil mengenai periodisasi sejarah:
Isi dari
karya-karya sejarah Islam meliputi genealogi, biografi, geografi dan cosmografi,
astrologi, filsafat, ilmu sosial dan politik, dokumen-dokumen, manuskrip, dan
mata uang.[2]
3.Historiografi
Islam Nusantara
Historiografi Islam Indonesia menulis sejarah
kaum muslim yang didalamnya lebih menonjolkan Islam. Akan tetapi tidak hanya
itu saja, historiografi Islam di Indonesia harus menunjukkan bahwa masyarakat
muslim adalah sebuah entitas yang mempunyai kesadaran diri, yang tidak menerima
peranan hanya sebagai obyek tetapi juga sebagai subyek.
Historiografi
Islam di Nusantara berbeda dengan historiografi Indonesia. Jika historiografi
Islam Indonesia menonjolkan pada unsur-unsur Islam yang ada di Indonesia,
sedangkan historiografi Indonesia tidak memperdalam pada Islam, akan tetapi
lebih bersifat umum. Perkembangan historiografi Islam secara umum, pada masa
lalu maupun sekarang, memiliki hubungan yang erat dengan perkembangan ilmu
pengetahuan Islam dan ilmu sejarah di dalam pendidikan Islam telah memberikan
pengaruh yang menentukan tingkat intelektual penulisan sejarah, sehingga
historiografi Islam lebih mudah difahami. Dengan menonjolkan pada Islam maka
historiografi Islam Indonesia merupakan perpaduan antara ilmu sejarah dan agama
Dalam penulisan sejarah pun tentunya terdapat periodesasi waktu untuk mempermudah
mengetahui kapan dimulainya suatu peristiwa atau penulisan sejarah tersebut.[3]
Dengan begitu para penulis membagi historiografi Islam di
Indonesia menjadi empat periode yaitu:[4]
1.Historiografi
Islam pada periode masuknya agama Islam di Indonesia sampai abad ke- 16 M.
2. Historiografi Islam pada periode perlawanan
terhadap koloanialisme terutama pada masa penetrasi politik Barat yang
menimbulkan reaksi di Aceh, Banten, Mataram, Banjar, Goa dan di tempat-tempat
lainnya.
3. Historiografi Islam periode awal abad
ke-20M.
4. Historiografi Islam periode
kontemporer.
Dalam historiografi Islam di
Indonesia terdapat karya-karya klasik yang dapat di jadikan bahan penting dalam
historiografi Islam di Indonesia. Karya klasik tersebut seperti hikayat, tambo
dan khabar. Bukan hanya di historiografi tradisional saja terdapat hikayat, akan tetapi hikayat juga ada di historiografi
Islam Indonesia karena hikayat merupakan historiografi yang bernuansa Islam. Hikayat
identik dengan naskah melayu yang memandang islamisasi sebagai satu
titik balik yang penting yang ditandai dengan tanda-tanda formal dari perubahan
agama seperti khitanan, pengucapan dua kalimat syahadat dan penggunaan nama
Arab.
Tambo berasal dari bahasa Minangkabau, yakni cerita
historis tentang silsilah nenek moyang mereka. Tambo biasanya kebanyakan berisi penuturan sastra lisan dalam
bentuk pepatah dan syair-syair yang panjang. Tambo sering disampaikan oleh para penutur cerita (tukang Kaba)
di tempat-tempat perhelatan yang sering diadakan oleh masyarakat.Salah satu
fungsi karya tambo adalah
memperkokoh identitas kelompok dan memperkuat solidaritas serta dimaksudkan
sebagai pelajaran yang dapat dipetik oleh masyarakat. Karya sejarah tradisional
ini (tambo) memuat banyak mitos,
legenda, dan cerita tokoh. Selain hikayat
dan tambo ada juga khabar,
dalam Islam khabar merupakan historiografi Islam yang paling tua. Orang Aceh menyebutnya
bukan khabar tetapi haba. Haba merupakan suatu karya narasi yang berbentuk puisi.
Dalam khabar tidak terdapat adanya hubungan sebab akibat diantara dua atau
lebih peristiwa-peristiwa. Jika menulisnya memilih situasi dan peristiwa yang
disenangi. [5]
Kuntowijoyo pun
berpendapat bahwasanya umat Islam Indonesia telah melalui tahapan kesadaran,
yaitu kesadaran pada periode mitos, ideologi dan ilmu.
1. Periode mitos,
memperlihatkan kesadaran umat Islam dalam mistis religi, Pada zaman itu
terkenal dengan mitos Ratu Adil, yang merupakan cita-cita pemberontakan akibat
penjajahan dan kemiskinan pada saat itu. Zaman mitos berakhir kira-kira pada
tahun 1900-an. Periode mitos tersebut seperti percaya bahwasannya jika
berziarah pada makam kiai ternama maka permintaannya akan terkabul, akan tetapi
umat Islam sudah mulai berpikir dan hanya meminta pada sang khaliq. Adapun
karya-karya yang menggunakan periode mitos di karenakan pada saat itu mitos
masih berkembang Hikayat Babad Tanah Jawi, Hikayat Raja-Raja Pasai.
2. Periode ideologi,
khazanah pengetahuan Islam yang dipahami sebagai formulasi normatif. Formulasi
normatif tersebut berasal dari al- Qur’an dan hadist, yang menjadi disiplin
ilmu dan memiliki program seperti ilmu sosial Islam. Zaman ideologi lebih dekat
dengan negara dan usaha terpentingnya adalah mobilisasi massa. Zaman itu
berakhir pada tahun 1965. Karya-karya yang menggunakan periode ideologi seperti
Busthan al Salathin karya Nuruddin ar Raniry.
3. Periode ilmu, merupakan
proses ambil alih ilmu-ilmu modern, dengan didahului proses ambil alih subtansi
dan metode sebelumnya yang akhirnya diberikan subtansi keislaman.[6]
4. Perkembangan
Historiografi Islam Indonesia
Perkembangan historiografi Indonesia berdampak pada perkembangan
historiografi Islam Indonesia. Dalam kurun waktu terakhir ini, sejarah Islam di
Indonesia tidak lagi dilihat dari perspektif lokal, sebagaimana selama ini
cenderung dilakukan para sejarawan, tetapi dalam perspektif global dan total,
yang melihat sejarah Islam di Indonesia dalam kaitannya dengan perkembangan historis
Islam di kawasan kawasan lain. Salah satu karya penting tentang sejarah Islam
Indonesia yang menempatkan sejarah pada kerangka total atau global adalah karya
Azyumardi Azra, Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara
Abad XVII dan XVIII. corak historiografi awal Islam di Indonesia adalah
historiografi yang mendekati sejarah Islam di Indonesia sebagai bagian dari
sejarah umat Islam.
Dalam hal ini, penekanan
historiografi lebih ditekankan kepada periode dan memberikan penekanan kepada
peranan pahlawan dan sultan dalam bangun dan tenggelamnya Kerajaan Islam di
Kepulauan Nusantara. Pada perkembangan selanjutnya, muncul pendekatan sejarah
Islam sebagai bagian dari sejarah nasional Indonesia. Jadi, historiografi Islam
di Indonesia pada masa ini dianggap sebagai bagian dari sejarah nasional
Indonesia yang penekanannya pada sejarah sebagai proses dalam masyarakat yang
terjadi karena pergeseran elemen-elemen yang terdapat dalam masyarakat itu.[7]
5.Pendapat
ahli Mengenai Historigrafi islam Nusantara
Historiografi Islam
Indonesia, setidaknya dalam beberapa dasawarsa terakhir, ditandai beberapa
perkembangan penting baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Menurut
Azyumardi Azra, Secara kuantitatif munculnya karya-karya sejarah, baik yang
ditulis sejarawan Indonesia sendiri maupun sejarawan asing. Karya-karya itu
bisa merupakan sejarah lokal maupun nusantara, dan global. Karya-karya sejarah
ini telah memberikan sumbangan yang signifikan bagi upaya pemahaman yang lebih
akurat terhadap sejarah Indonesia secara keseluruhan.Sementara secara
kualitatif, menurut Kuntowijoyo, terlihat dari pengunaan metodo logi yang semakin kompleks, yang
melibatkan kian banyak ilmu bantu, khususnya ilmu-ilmu humaniora lainnya.
Menurut Mukti Ali
paling tidak terdapat dua corak pendekatan dalam penulisan sejarah Islam di
Indonesia. Pertama, Pendekatan sejarah Islam Indonesia sebagai bagian dari
sejarah umat Islam, kedua, pendekatan sejarah Islam Indonesia sebagai bagian
dari sejarah nasional Indonesia.
Pendekatan penulisan sejarah Islam Indonesia yang menekankan pada periode
juga dilakukan oleh Yahya Harun. Ia lebih tertarik terhadap pertumbuhan,
perkembangan, dan runtuhnya suatu kerajaan Islam di bumi Nusantara ini, begitu
juga ia lebih menekankan pada peranan pahlawan dan sultan dan mengecilkan
peranan masyarakat dalam mengembangkan Islam di bumi nusantara ini
.[8]
BAB III
PENUTUP
1.
KESIMPULAN
Indonesia merupakan negeri kepulauan yang
mayoritas penduduknya beragama Islam. Masuknya Islam di Indonesia bisa
dikatakan sangat unik, karena para ulama atau orang-orang yang menyebarkan
Islam berusaha dengan berbagai cara untuk menyebarkan Islam. Mereka mulai dari
berdagang, melalui kesenian seperti wayang, hingga menikahi anak bangsawan
untuk menyebarkan Islam lebih luas, hingga saat ini Islam sebagai agama
mayoritas di Indonesia.
Historiografi islam merupakan
penulisan sejarah oleh seseorang beragama islam, baik perorangan maupun
kelompok dari berbagai aliran keyakinan dalam suatu waktu tertentu. Karya-karya
dalam historiografi islam banyak ditulis dengan menggunakan huruf Arab, namun
ada pula yang berbahasa seperti Persia dan Turki. Tujuan dari penulisan sejarah
islam adalah untuk menunjukkan perkembangan konsep sejarah baik di dalam
pemikiran maupun di dalam pendekatan ilmiah yang dilakukannya disertai dengan
uraian mengenai pertumbuhan, perkembangan, dan kemunduran bentuk-bentuk
ekspresi yang dipergunakan dalam penyajian bahan-bahan sejarah historiografi
islam.
Historiografi Islam Indonesia menulis
sejarah kaum muslim yang didalamnya lebih menonjolkan Islam. Akan tetapi tidak
hanya itu saja, historiografi Islam di Indonesia harus menunjukkan bahwa
masyarakat muslim adalah sebuah entitas yang mempunyai kesadaran diri, yang
tidak menerima peranan hanya sebagai obyek tetapi juga sebagai subyek. Historiografi Islam di Nusantara berbeda
dengan historiografi Indonesia. Jika historiografi Islam Indonesia menonjolkan
pada unsur-unsur Islam yang ada di Indonesia, sedangkan historiografi Indonesia
tidak memperdalam pada Islam, akan tetapi lebih bersifat umum.
2.SARAN
Kami menyadari bahwa makalah kami ini jauh dari kata kesempurnaan,karena kami
sebagai mahasiswi yang masih dalam bimbingan belajar dengan usaha untuk
mencapai kesuksesan.Untuk menyempurnakan makalah ini,maka kami membutuhkan kritikan dari pembaca.
Daftar Pustaka
Azumardi Azra, Jaringan Ulama: Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara
Abad XVII dan XVIII, (Jakarta:
Prenada Media,2005.
H.A. Muin
Umar..Historiografi Islam.(Jakarta:Rajawali
Pers. 1987).
Sartono Kartodirjo, Pemikiran dan Perkembangan Historiografi
Indonesia: Suatu Alternatif (Jakarta : Gramedia, 1982).
Kuntowijoyo, Dinamika
Sejarah Umat Islam Indonesia. Edisi kedua (Yogyakarta : Pustaka
Pelajar,1994)
M.Yakub,Historiografi Islam Indonesia: persepektif sejarawan informal,Jurnal
PDF (MIQOT Vol. XXXVII No. 1
Januari-Juni 2013
www.google.com,Blog: Syafieh, M. Fil. I perkembangan historiografi islam di
indonesia.di akses pada tanggal 16 maret 2017 jam : 20.00 WIB
www.academia.edu
, di akses pada tanggal 19 mei 2017, jam 23.00 WIB
Shiddiqie,
Nourouzzaman, Pengantar Sejarah Muslim (t.tp.: Nur Cahaya, 1983).
Pertanyaan dan jawaban
1.Faktor apa yang mendorong para tokoh untuk
menulis historiografi nusantara ? Jawab
: menurut kami para tokoh menulis kembali historiografi islam agar
untuk membuat generasi bangsa yang akan
datang dapat melihat bagaimana perkembangan historiografi islam di nusantara
dan di sisi lain mereka menulis kembali mengenai historiografi islam untuk
faktor kepentingan dan faktor ekonomi.
2.apa ada
perbedaan dari meode historiografi islam nusantara dan historigrafi aceh ?
Jawab : menurut
kami ada karena penulisan historiografi islam nusantara lebih banyak di
pengaruhi dengan penulisan dalam berbentuk syair dan juga hikayat selain itu
juga ada yang berbentuk tambo dan juga khabar. Sedangkan hisoriografi aceh
bentuk penulisannya hanya berbentuk syair syair dan juga hikayat.
3.jenis
historigrafi apa yang paling menonjol di nusantara ?
Jawab : jenis historiografi yang paling menonjol di nusantara
adalah hikayat, karena hikayat merupakan karya sastra tertua yang ada di
nusantara. Hikayat biasanya identik dengan naskah melayu .
4.apakah
dalam penulisan historiografi islam di
nusantara apakah mereka menulis dengan metode barat ?
Jawab : menurut
kami iya ,penulisan barat itu ada mempengaruhi penulisan historiografi islam
nusantara karena jauh sebelum historiografi islam nusantara lahir orang orang
barat sudah mulai menulis . selain itu metode penulisan yang di terapkan oleh
orang barat juga banyak yang bersifat mitos, sehingga metode penulisan
historiografi islam nusantara juga banyak yang di pengaruhi mitos seperti
tambo,hikayat dan juga khabar.
[1] Azyumardi Azra, Jaringan
Ulama: Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII, (Jakarta:
Prenada Media, 2005), hlm. 2-5
[2] Muin Umar..Historiografi
Islam. (Jakarta:Rajawali Pers. 1987) hlm.72-75
[3]
www.academia.edu ,di akses pada tanggal 19 mei 2017, jam 23.00 WIB.
[4]
Shiddiqie, Nourouzzaman, Pengantar
Sejarah Muslim (t.tp.: Nur Cahaya, 1983).
[5] Sartono Kartodirjo, Pemikiran
dan Perkembangan Historiografi Indonesia: Suatu Alternatif
(Jakarta
: Gramedia, 1982),hlm. 18-19
[6]
Kuntowijoyo, Dinamika
Sejarah Umat Islam Indonesia. Edisi kedua (Yogyakarta : Pustaka
Pelajar,1994),hlm. 118-119.
HISTORIOGRAFI
ISLAM NUSANTARA
DI
S
U
S
U
N
OLEH :
RINA RAHMA (140501007)
LENI MASTURA ( 1405010
FAKULTASADAB DAN HUMANIORA
JURUSAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI AR-RANIRY
DARUSSALAM,BANDA ACEH
2017
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan
kehadirat Tuhan yang Maha Esa karena dengan berkat rahmat, karunia, serta
taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang Historiografi islam nusantara ini dengan baik meskipun masih banyak
kekurangan didalamya. Dan kami juga berterima kasih pada dengan mata kuliah Historiografi islam yang telah memberikan tugas ini kepada kami.
Kami juga menyadari sepenuhnya
bahwa dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh
sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah
yang telah kami buat dimasa yang akan datang. Mengingat tidak ada sesuatu yang
sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat
dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila
terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenaan dan kami memohon kritik dan
saran yang membangun demi perbaikan dimasa depan.
Banda
Aceh, 21 Maret 2017
Kelompok 5
DAFTAR
ISI
Kata Pengantar................................................................................................................... i
Daftar Isi........................................................................................................................... ii
BAB
I PENDAHULUAN............................................................................................... 1
A. Latar
Belakang................................................................................................ 1
B. Rumusan
Masalah............................................................................................ 1
C. Tujuan
Masalah................................................................................................ 1
D. Manfaat
Penulisan Makalah............................................................................ 1
BAB
II PEMBAHASAN................................................................................................ 2
1. Masuknya
Islam ke
Nusantara.........................................................................2
2. Perkembangan
Historografi awal islam........................................................... 2
3. Historiografi
islam nusantara .......................................................................... 3
4. Perkembangan
historiografi islam indonesia................................................... 5
5. Pendapat
ahli Mengenai Historigrafi islam Nusantara.................................... 6
BAB
III PENUTUP........................................................................................................ 7
1. Kesimpulan...................................................................................................... 7
2. Saran................................................................................................................ 7
DaftarPustaka…................................................................................................................8
Pertayaan dan jawaban
......................................................................................................9
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Masalah
Sejarah tidak ubahnya kacamata masa
lalu yang menjadi pijakan dan langkah setiap insan di masa mendatang. Hal
tersebut berlaku pula bagi mahasiswa UIN
Ar-raniry Banda Aceh untuk tidak hanya sekedar paham sains tapi juga paham akan
sejarah di masa lalu untuk menganalisa dan mengambil ibrah dari setiap
peristiwa yang pernah terjadi.
Seperti
yang di ketahui setelah adanya historiografi islam dimasa lalu yang membuat penikmat sejarah
terpukau melihatnya sekarang, dan dalam makalah ini akan menyajikan sedikit
tentang historiografi islam nusantara.yang
konon katanya sudah sangat menakjubkan .
B. Rumusan Masalah
a. kapan awal
mula islam masuk ke nusantara?
b. Bagaimana
perkembangan historiografi awal ?
c. Apa yang di
maksud dengan historiografi islam
nusantara ?
d. Bagaimana
perkembangan historiografi islam di indonesia?
e. Siapakah
ahli yang mengemukakan mengenai historiografi islam nusantara?
C.
Tujuan
Masalah
Makalah ini
disusun dalam rangka merefleksi kembali sejarah yang telah lalu, sebagai cermin
pertimbangan untuk masa mendatang. Sekaligus juga untuk memenuhi tugas kelompok
mata kuliah historiografi islam .
D. Manfaat Penulisan
Manfaat dari penulisan makalah ini sebagai berikut :
a. Sebagai media untuk menambah ilmu dan pengetahuan bagi para pembaca
b. Sebagai bahan referensi untuk peneliti selanjutnya agar dapat melengkapi ke kurangan yang terdapat dalam makalah ini.
Manfaat dari penulisan makalah ini sebagai berikut :
a. Sebagai media untuk menambah ilmu dan pengetahuan bagi para pembaca
b. Sebagai bahan referensi untuk peneliti selanjutnya agar dapat melengkapi ke kurangan yang terdapat dalam makalah ini.
BAB II
PEMBAHASAN
1.Masuknya
Islam ke Nusantara
Indonesia merupakan negeri kepulauan yang
mayoritas penduduknya beragama Islam. Menurut Snouck Hurgronje Islam masuk ke
Indonesia pada abad ke 13 M yang berasal dari wilayah India Selatan. Dengan
adanya bukti tulisan yang ada pada batu nisan Sultan Pasai. Adapun teori dari
Pijnappel yang menyatakan bahwasannya datangnya Islam ke Indonesia berasal dari
Gujarat dan Malabar. Pada saat itu orang-orang yang mengikuti madzhab Syafi’i
bermigrasi dan menetap di wilayah India dan kemudian ke Nusantara.
Masuknya Islam
di Indonesia bisa dikatakan sangat unik, karena para ulama atau orang-orang
yang menyebarkan Islam berusaha dengan berbagai cara untuk menyebarkan Islam. Mereka
mulai dari berdagang, melalui kesenian seperti wayang, hingga menikahi anak
bangsawan untuk menyebarkan Islam lebih luas, hingga saat ini Islam sebagai
agama mayoritas di Indonesia. Dengan berbagai macam cara tersebut maka telah
banyak memikat hati para sejarawan muslim untuk membahas dan menulis mengenai
sejarah masuknya Islam di Indonesia.[1]
2.Perkembangan
Historiografi Awal Islam
Historiografi islam merupakan penulisan
sejarah oleh seseorang beragama islam, baik perorangan maupun kelompok dari
berbagai aliran keyakinan dalam suatu waktu tertentu. Karya-karya dalam
historiografi islam banyak ditulis dengan menggunakan huruf Arab, namun ada
pula yang berbahasa seperti Persia dan Turki. Tujuan dari penulisan sejarah
islam adalah untuk menunjukkan perkembangan konsep sejarah baik di dalam
pemikiran maupun di dalam pendekatan ilmiah yang dilakukannya disertai dengan
uraian mengenai pertumbuhan, perkembangan, dan kemunduran bentuk-bentuk
ekspresi yang dipergunakan dalam penyajian bahan-bahan sejarah historiografi
islam.
Keterkaitan antara historiografi dengan
perkembangan ilmu pengetahuan agama islam, dan kedudukan sejarah di dalam
pendidikan islam telah memberikan pengaruh yang sangat mempengaruhi intelektual
penulisan sejarah. Pembahasan historiografi Islam dilakukan dengan berbagai
macam cara sesuai dengan sudut pandangan masing-masing para ahli. Bentuk
historiografi Islam pada dasarnya terbagi menjadi tiga, yaitu
1. Khabar, yang
berisikan ceritera-ceritera yang berhubungan dengan peperangan dan lain-lain.
2. Chronologi, yang
mencatat kejadian-kejadian sejarah menurut tahun.
3. Bentuk yang lebih
kecil mengenai periodisasi sejarah:
Isi dari
karya-karya sejarah Islam meliputi genealogi, biografi, geografi dan cosmografi,
astrologi, filsafat, ilmu sosial dan politik, dokumen-dokumen, manuskrip, dan
mata uang.[2]
3.Historiografi
Islam Nusantara
Historiografi Islam Indonesia menulis sejarah
kaum muslim yang didalamnya lebih menonjolkan Islam. Akan tetapi tidak hanya
itu saja, historiografi Islam di Indonesia harus menunjukkan bahwa masyarakat
muslim adalah sebuah entitas yang mempunyai kesadaran diri, yang tidak menerima
peranan hanya sebagai obyek tetapi juga sebagai subyek.
Historiografi
Islam di Nusantara berbeda dengan historiografi Indonesia. Jika historiografi
Islam Indonesia menonjolkan pada unsur-unsur Islam yang ada di Indonesia,
sedangkan historiografi Indonesia tidak memperdalam pada Islam, akan tetapi
lebih bersifat umum. Perkembangan historiografi Islam secara umum, pada masa
lalu maupun sekarang, memiliki hubungan yang erat dengan perkembangan ilmu
pengetahuan Islam dan ilmu sejarah di dalam pendidikan Islam telah memberikan
pengaruh yang menentukan tingkat intelektual penulisan sejarah, sehingga
historiografi Islam lebih mudah difahami. Dengan menonjolkan pada Islam maka
historiografi Islam Indonesia merupakan perpaduan antara ilmu sejarah dan agama
Dalam penulisan sejarah pun tentunya terdapat periodesasi waktu untuk mempermudah
mengetahui kapan dimulainya suatu peristiwa atau penulisan sejarah tersebut.[3]
Dengan begitu para penulis membagi historiografi Islam di
Indonesia menjadi empat periode yaitu:[4]
1.Historiografi
Islam pada periode masuknya agama Islam di Indonesia sampai abad ke- 16 M.
2. Historiografi Islam pada periode perlawanan
terhadap koloanialisme terutama pada masa penetrasi politik Barat yang
menimbulkan reaksi di Aceh, Banten, Mataram, Banjar, Goa dan di tempat-tempat
lainnya.
3. Historiografi Islam periode awal abad
ke-20M.
4. Historiografi Islam periode
kontemporer.
Dalam historiografi Islam di
Indonesia terdapat karya-karya klasik yang dapat di jadikan bahan penting dalam
historiografi Islam di Indonesia. Karya klasik tersebut seperti hikayat, tambo
dan khabar. Bukan hanya di historiografi tradisional saja terdapat hikayat, akan tetapi hikayat juga ada di historiografi
Islam Indonesia karena hikayat merupakan historiografi yang bernuansa Islam. Hikayat
identik dengan naskah melayu yang memandang islamisasi sebagai satu
titik balik yang penting yang ditandai dengan tanda-tanda formal dari perubahan
agama seperti khitanan, pengucapan dua kalimat syahadat dan penggunaan nama
Arab.
Tambo berasal dari bahasa Minangkabau, yakni cerita
historis tentang silsilah nenek moyang mereka. Tambo biasanya kebanyakan berisi penuturan sastra lisan dalam
bentuk pepatah dan syair-syair yang panjang. Tambo sering disampaikan oleh para penutur cerita (tukang Kaba)
di tempat-tempat perhelatan yang sering diadakan oleh masyarakat.Salah satu
fungsi karya tambo adalah
memperkokoh identitas kelompok dan memperkuat solidaritas serta dimaksudkan
sebagai pelajaran yang dapat dipetik oleh masyarakat. Karya sejarah tradisional
ini (tambo) memuat banyak mitos,
legenda, dan cerita tokoh. Selain hikayat
dan tambo ada juga khabar,
dalam Islam khabar merupakan historiografi Islam yang paling tua. Orang Aceh menyebutnya
bukan khabar tetapi haba. Haba merupakan suatu karya narasi yang berbentuk puisi.
Dalam khabar tidak terdapat adanya hubungan sebab akibat diantara dua atau
lebih peristiwa-peristiwa. Jika menulisnya memilih situasi dan peristiwa yang
disenangi. [5]
Kuntowijoyo pun
berpendapat bahwasanya umat Islam Indonesia telah melalui tahapan kesadaran,
yaitu kesadaran pada periode mitos, ideologi dan ilmu.
1. Periode mitos,
memperlihatkan kesadaran umat Islam dalam mistis religi, Pada zaman itu
terkenal dengan mitos Ratu Adil, yang merupakan cita-cita pemberontakan akibat
penjajahan dan kemiskinan pada saat itu. Zaman mitos berakhir kira-kira pada
tahun 1900-an. Periode mitos tersebut seperti percaya bahwasannya jika
berziarah pada makam kiai ternama maka permintaannya akan terkabul, akan tetapi
umat Islam sudah mulai berpikir dan hanya meminta pada sang khaliq. Adapun
karya-karya yang menggunakan periode mitos di karenakan pada saat itu mitos
masih berkembang Hikayat Babad Tanah Jawi, Hikayat Raja-Raja Pasai.
2. Periode ideologi,
khazanah pengetahuan Islam yang dipahami sebagai formulasi normatif. Formulasi
normatif tersebut berasal dari al- Qur’an dan hadist, yang menjadi disiplin
ilmu dan memiliki program seperti ilmu sosial Islam. Zaman ideologi lebih dekat
dengan negara dan usaha terpentingnya adalah mobilisasi massa. Zaman itu
berakhir pada tahun 1965. Karya-karya yang menggunakan periode ideologi seperti
Busthan al Salathin karya Nuruddin ar Raniry.
3. Periode ilmu, merupakan
proses ambil alih ilmu-ilmu modern, dengan didahului proses ambil alih subtansi
dan metode sebelumnya yang akhirnya diberikan subtansi keislaman.[6]
4. Perkembangan
Historiografi Islam Indonesia
Perkembangan historiografi Indonesia berdampak pada perkembangan
historiografi Islam Indonesia. Dalam kurun waktu terakhir ini, sejarah Islam di
Indonesia tidak lagi dilihat dari perspektif lokal, sebagaimana selama ini
cenderung dilakukan para sejarawan, tetapi dalam perspektif global dan total,
yang melihat sejarah Islam di Indonesia dalam kaitannya dengan perkembangan historis
Islam di kawasan kawasan lain. Salah satu karya penting tentang sejarah Islam
Indonesia yang menempatkan sejarah pada kerangka total atau global adalah karya
Azyumardi Azra, Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara
Abad XVII dan XVIII. corak historiografi awal Islam di Indonesia adalah
historiografi yang mendekati sejarah Islam di Indonesia sebagai bagian dari
sejarah umat Islam.
Dalam hal ini, penekanan
historiografi lebih ditekankan kepada periode dan memberikan penekanan kepada
peranan pahlawan dan sultan dalam bangun dan tenggelamnya Kerajaan Islam di
Kepulauan Nusantara. Pada perkembangan selanjutnya, muncul pendekatan sejarah
Islam sebagai bagian dari sejarah nasional Indonesia. Jadi, historiografi Islam
di Indonesia pada masa ini dianggap sebagai bagian dari sejarah nasional
Indonesia yang penekanannya pada sejarah sebagai proses dalam masyarakat yang
terjadi karena pergeseran elemen-elemen yang terdapat dalam masyarakat itu.[7]
5.Pendapat
ahli Mengenai Historigrafi islam Nusantara
Historiografi Islam
Indonesia, setidaknya dalam beberapa dasawarsa terakhir, ditandai beberapa
perkembangan penting baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Menurut
Azyumardi Azra, Secara kuantitatif munculnya karya-karya sejarah, baik yang
ditulis sejarawan Indonesia sendiri maupun sejarawan asing. Karya-karya itu
bisa merupakan sejarah lokal maupun nusantara, dan global. Karya-karya sejarah
ini telah memberikan sumbangan yang signifikan bagi upaya pemahaman yang lebih
akurat terhadap sejarah Indonesia secara keseluruhan.Sementara secara
kualitatif, menurut Kuntowijoyo, terlihat dari pengunaan metodo logi yang semakin kompleks, yang
melibatkan kian banyak ilmu bantu, khususnya ilmu-ilmu humaniora lainnya.
Menurut Mukti Ali
paling tidak terdapat dua corak pendekatan dalam penulisan sejarah Islam di
Indonesia. Pertama, Pendekatan sejarah Islam Indonesia sebagai bagian dari
sejarah umat Islam, kedua, pendekatan sejarah Islam Indonesia sebagai bagian
dari sejarah nasional Indonesia.
Pendekatan penulisan sejarah Islam Indonesia yang menekankan pada periode
juga dilakukan oleh Yahya Harun. Ia lebih tertarik terhadap pertumbuhan,
perkembangan, dan runtuhnya suatu kerajaan Islam di bumi Nusantara ini, begitu
juga ia lebih menekankan pada peranan pahlawan dan sultan dan mengecilkan
peranan masyarakat dalam mengembangkan Islam di bumi nusantara ini
.[8]
BAB III
PENUTUP
1.
KESIMPULAN
Indonesia merupakan negeri kepulauan yang
mayoritas penduduknya beragama Islam. Masuknya Islam di Indonesia bisa
dikatakan sangat unik, karena para ulama atau orang-orang yang menyebarkan
Islam berusaha dengan berbagai cara untuk menyebarkan Islam. Mereka mulai dari
berdagang, melalui kesenian seperti wayang, hingga menikahi anak bangsawan
untuk menyebarkan Islam lebih luas, hingga saat ini Islam sebagai agama
mayoritas di Indonesia.
Historiografi islam merupakan
penulisan sejarah oleh seseorang beragama islam, baik perorangan maupun
kelompok dari berbagai aliran keyakinan dalam suatu waktu tertentu. Karya-karya
dalam historiografi islam banyak ditulis dengan menggunakan huruf Arab, namun
ada pula yang berbahasa seperti Persia dan Turki. Tujuan dari penulisan sejarah
islam adalah untuk menunjukkan perkembangan konsep sejarah baik di dalam
pemikiran maupun di dalam pendekatan ilmiah yang dilakukannya disertai dengan
uraian mengenai pertumbuhan, perkembangan, dan kemunduran bentuk-bentuk
ekspresi yang dipergunakan dalam penyajian bahan-bahan sejarah historiografi
islam.
Historiografi Islam Indonesia menulis
sejarah kaum muslim yang didalamnya lebih menonjolkan Islam. Akan tetapi tidak
hanya itu saja, historiografi Islam di Indonesia harus menunjukkan bahwa
masyarakat muslim adalah sebuah entitas yang mempunyai kesadaran diri, yang
tidak menerima peranan hanya sebagai obyek tetapi juga sebagai subyek. Historiografi Islam di Nusantara berbeda
dengan historiografi Indonesia. Jika historiografi Islam Indonesia menonjolkan
pada unsur-unsur Islam yang ada di Indonesia, sedangkan historiografi Indonesia
tidak memperdalam pada Islam, akan tetapi lebih bersifat umum.
2.SARAN
Kami menyadari bahwa makalah kami ini jauh dari kata kesempurnaan,karena kami
sebagai mahasiswi yang masih dalam bimbingan belajar dengan usaha untuk
mencapai kesuksesan.Untuk menyempurnakan makalah ini,maka kami membutuhkan kritikan dari pembaca.
Daftar Pustaka
Azyumardi Azra, Jaringan Ulama: Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara
Abad XVII dan XVIII, (Jakarta:
Prenada Media,2005.
H.A. Muin
Umar..Historiografi Islam.(Jakarta:Rajawali
Pers. 1987).
Sartono Kartodirjo, Pemikiran dan Perkembangan Historiografi
Indonesia: Suatu Alternatif (Jakarta : Gramedia, 1982).
Kuntowijoyo, Dinamika
Sejarah Umat Islam Indonesia. Edisi kedua (Yogyakarta : Pustaka
Pelajar,1994)
M.Yakub,Historiografi Islam Indonesia: persepektif sejarawan informal,Jurnal
PDF (MIQOT Vol. XXXVII No. 1
Januari-Juni 2013
www.google.com,Blog: Syafieh, M. Fil. I perkembangan historiografi islam di
indonesia.di akses pada tanggal 16 maret 2017 jam : 20.00 WIB
www.academia.edu
, di akses pada tanggal 19 mei 2017, jam 23.00 WIB
Shiddiqie,
Nourouzzaman, Pengantar Sejarah Muslim (t.tp.: Nur Cahaya, 1983).
[1] Azyumardi Azra, Jaringan
Ulama: Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII, (Jakarta:
Prenada Media, 2005), hlm. 2-5
[2] Muin Umar..Historiografi
Islam. (Jakarta:Rajawali Pers. 1987) hlm.72-75
[3]
www.academia.edu ,di akses pada tanggal 19 mei 2017, jam 23.00 WIB.
[4]
Shiddiqie, Nourouzzaman, Pengantar
Sejarah Muslim (t.tp.: Nur Cahaya, 1983).
[5] Sartono Kartodirjo, Pemikiran
dan Perkembangan Historiografi Indonesia: Suatu Alternatif
(Jakarta
: Gramedia, 1982),hlm. 18-19
[6]
Kuntowijoyo, Dinamika
Sejarah Umat Islam Indonesia. Edisi kedua (Yogyakarta : Pustaka
Pelajar,1994),hlm. 118-119.
trending ya tulisannya rin,,
BalasHapusArtikel Yang Menarik Gan ^^
BalasHapusMohon Ijin Comment ya ^^
Ayo Bermain Bersama Kami Hanya Di www.Gudangslot(dot).ca :
- Bonus Deposit 10% (max 100 rb) Minimal TO 1x
- Bonus New Member 10% Minimal TO 1x
- Bonus Cashback Mingguan Games Slot Dan Live Casino
- Bonus Referensi Seumur Hidup All Games
- Deposit Pulsa Tanpa Potongan
Agent atau Website Terbesar Dan Terpercaya Se Asia Dengan Minimal Deposit Hanya 20K
Sudah Bisa Bermain Di seluruh Permainan kami
Jadi Buruan Saja Bergabung Bersama Kami Hanya di Gudangslot Situs Resmi Game Online ^^
INFO LENGKAP
COSTUMER SERVICE : LIVE CHAT 24 JAM ONLINE
WA : +6285352985894
Telegram : +6282144623677
Fanspage : @Gudangslot(.)ca
Ayo bosku segera daftarkan diri anda dan raih hoki bersama kami ya gacor dan mudah menang^^