kerajaan turki utsmani




BAB 11
PEMBAHASAN
A.Letak Geografis Turki
           
            Negara Turki terletak tepat di antara benua Eropa dan Asia,Negara ini juga menjadi pertemuan antara agama islam dan kristen.Secara umum permukaan wilayah negara ini bergunung- gunung. Negara ini sering juga di sebut sebagai wilayah asia kecil dan juga asia biru,wilayahnya terbentang dari semenanjung Anatolia di  Asia Barat Daya dan daerah Balkan di Eropa. Turki berbatasan dengan laut hitam di sebelah Utara,sebelah barat berbatasan dengan Yunani dan laut Aegea,sebelah timur berbatasan dengan Iran, di sebelah tenggara berbatasan dengan  Iraq dan Suriah dan sebelah selatan berbatasan dengan Laut Mediterania, hanya selat Bosporus yang menjadi pemisah antara benua Eropa dan Asia.[1]

B. Berdirinya Kerajaan Turki Utsmani
            Kerajaan Utsmani di dirikan oleh Utsman atau utsman 1, putra Ortogrol dari kabilah Oghuz di daerah Mongol, yang datang ke Turki untuk meminta perlindungan dari penguasa Saljuk, Sultan Alauddin 11, dari serangan orang-orang Mongol. Sultan Saljuk yang kebetulan sedang berperang melawan Byzantium berkat bantuan mereka Sultan Alauddin mendapat kemenagan.dan atas jasa baik itu,Alaudin menghadiahkan sebidang tanah di Asia kecil yang [2]berbatasan dengan Byzantium. Sejak saat itu mereka membina wilayah barunya dan memilih Kota Syuhud sebagai ibu kota. Namun pada tahun 1300 M bangsa Mongol datang menyerang kerajaan Saljuk dan Sultan Alauddin 1 terbunuh.[3]
Kerajaan saljuk ini terpecah menjadi beberapa kerajaan kecil. Disaat dinasti saljuk mulai melemah,banyak wilayah kekuasaannya yang melepaskan diri dengan membentuk kesultanan sendiri.salah satunya adalah wilayah yang di berikan kepada Ortoghrul.atas perintah Ustman 1 yang mengantikan posisi ayahnya setelah Ortoghrul wafat pada tahun 1281. Kemudian pada tahun 1299 ia mendirikan kesultanan Turki Utsmaniyah.
Kesultanan Utsmani ini biasa di sebut orang –orang Turki dengan nama Osmanli imparatoroglu.Osmanli artinya nasab dari keluarga utsman,yaitu anak cucu utsman, sedangkan Imparatoroglu artinya adalah kekaisaran. jadi bisa di artikan bahwa Osmanli Imparatoroglu artinya adalah kekaisaran yang di pimpin oleh keturunan Utsman. Atau dalam bahasa indonesia disebut kekaisaran Ottoman atau kesultana Turki Utsmaniyah. Adapun dalam bahasa inggris disebut  istilah tersebut elbih di kenal dengan sebutan Ottoman Empire.[4]
           
C. Sultan –Sultan Turki Utsmani
Kerajaan Turki Utsmani berkuasa selama kurang lebih 7 abad (1300-1922) dan di pimpin oleh 36 sultan. Ke - 36 orang sultan tersebut yakni :
           
No.
Tahun Pelantikan
Nama-Nama Penguasa
1
1281
Usman I
2
1342
Orhan
3
1360
Murad I
4
1389
Beyazid I
5
1413
Muhammad
6
[5]1421
Murad II
7
1444
Muhammad  II ( Al-Fatih )
8
1446
Beyazid II
9
1481
Salim I
10
1512
Sulaiman Al-Qanuni
11
1566
Selim II
12
1574
Murad III
13
1594
Muhammad III
14
1617
Mustafa  I
15
1618
Usman  II
16
1623
Murad  IV
17
1640
Ibrahim
18
1648
Muhammad IV
19
1678
Sulaiman II
20
1691
Ahmad II
21
1695
Mustafa II
22
1703
Ahmad III
23
1730
Mahmud I
24
1754
Usman III
25
1757
Mustafa III
26
1774
Abdul Hamid I
27
1789
Selim  III
28
1807
Mustafa  IV
29
1808
Mahmud II
30
1839
Abdul Majid I
31
1861
Abdul Aziz
32
1876
Murad V
33
1878
Abdul hamid II
34
1909
Muhammad V
35
1918
Muhammad VI
36
1922-1924
Abdul Majid II
Sumber:Ira M.Lapidus. A history of islamic socities.new york:cambridge university press,1998
                       
D. Penaklukkan Konstantinopel
            Konstantinopel adalah ibukota Byzantium dan merupakan pusat Agama Kristen. Konstantinopel di anggap sebagai salah satu kota terpenting di dunia. Kota ini di bangun pada tahun 330 M. Oleh Kaisar Byzantium constantine I. Konstantinopel memiliki posisi yang sangat penting di mata dunia hingga di sebut “ Andai kata dunia ini berbentuk satu kerajaan maka konstantinopel akan menjadi kota yang paling cocok untuk menjadi ibukotanya.[6]
 Konstantinopel  berhasil di taklukkan oleh sultan Muhammad al-fatih atau Mehmed II pada tanggal 29 mei 1453.peristiwa penaklukkan Konstantinopel pernah di beritakan sejak lama oleh Nabi Muhammad saw.dalam hadistnya : “kota konstantinopel akan jatuh ke tangan islam. Pemimpin yang menaklukkanya adalah sebaik baik pemimpin dan pasukan yang berada  di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan”(HR.Ahmad bin hambal,Al musnad 4/335).[7]
Setelah berhasil menaklukkan Konstantinopel, Sultan Mehmet II kemudian menganti nama Konstantinopel menjadi Islambul/Istambul. Yang berarti kota islam. Dan mengubah gereja Aya Sophia menjadi mesjid,dan di samping itu dia  membangun mesjid dengan nama mesjid Muammad  atau sering di sebut mesjid biru (Mosque Blue). Sebagai peringatan bagi keberhasilannya dalam menundukkan kota tersebut.[8]
            Dengan jatuhnya Konstantinopel,Pengaruhnya sangat besar bagi Turki Utsmani.Konstantinopel adalah kota pusat kerajaan Byzantium yang menyimpan banyak ilmu pengetahuan dan menjadi pusat agama kristen Ortodhox. Kesemuanya di wariskan kepada  kerajaan Turki Utsmani.[9]

E. Runtuhnya Kerajaan Turki Utsmani.
            Setelah sultan sulaiman al-Qanuni wafat (1566), kerajaan Turki Utsmani memulai memasuki fase kemunduran. Akan tetapi,sebagai sebuah kerajaan yang sangat besar dan kuat,kemunduran itu tidak langsung terlihat. Munculnya gerakan gerakan separatisme yang terus berlanjut hingga abad ke 19 dan 20. Di tambah dengan munculnya gerakan modernisasi politik di pusat pemerintahan, kerajaan Utsmani akhirnya berakhir  dengan berdirinya republik Turki pada tahun 1924 M, dan mengangkat Mustafa Kemal Attaturk menjadi presiden pertama di  Republik Turki.[10]
Ada beberapa faktor yang menyebabkan kerajaan utsmani mengalami kemunduran :
a.       Wilayah kekuasaan yang sangat luas
Administrasi pemerintahan bagi suatu negara yang sangat luas wilayahnya sangat rumit dan kompleks,sementara administrasi pemerintahan kerajaan utsmani tidak beres.di pihak lain,para penguasa sangat berambisi menguasai wilayah yang sangat luas,sehingga mereka terlibat perang terus menurus dengan berbagai bangsa.

b.      Heterogonitas penduduk
Sebagai kerajaan besar Turki Utsmani menguasai wilayah yang sangat luas dan  yakni mencakup, Asia kecil,Aemea,irak,syiria, hijaz dan yaman di asia,mesir,libia, tunis dan aljazair di afrika, bulgaria,yunani,yugoslovia,albania,hungaria dan rumania di Eropa. Wilayah yang luas itu di diami oleh orang yang beragam baik dari segi agama,ras,etnis, maupun adai istiadat untuk mengatur penduduk yang beragam itu maka di perlukan suatu organisasi yang teratur.
c.       Kelemahan para penguasa
Setelah sulaiman Al-Qanuni wafat, Kerajaan Utsmani di perintah oleh sultan-sultan yang lemah,baik dalam kepribadian terutama dalam kepemimpinanya. Akibatnya pemerintahan menjadi kacau. Kekacauan ini tidak pernah dapat di atasi bahkan semakin lama semakin parah.
d.      Budaya korupsi
Korupsi merupakan hal yang paling umum terjadi dalam kerajaan Utsmani. Setiap jabatan yang hendak di raih seseorang harus di “bayar” kepada  orang yang memberikan jabatan tersebut. Budaya korupsi ini mengakibatkan dekadensi moral kian merajalela yang membuat pemerintah semakin rapuh.
e.       Pemberontakan tentara Yenisseri
Kemajuan ekspansi kerajaan turki utsmani banyak di tentukan oleh kuatnya tentaraYenisseri.Bayangkan saja bagaimana jika tentara Yenisseri ini memberontak. pemberontakan tentara yenisseri terjadi sebanyak empat kali, yaitu pada tahun 1525 M,1632M,1727 M,1826 M

f.       Merosotnya perekonomian
Akibat perang yang tidak pernah berhenti, perekonomian negara merosot. pendapatan berkurang, sementara belanja negara sangat mahal, termasuk untuk biaya perang.


g.      Terjadi stagnasi dalam lapangan ilmu dan teknologi
Kerajaan Turki Utsmani kurang berhasil dalam pengembangan ilmu dan tekhnologi,karena hanya mengutamakan kekuatan militer. Kemajuan militer yang tidak di imbangi dengan kemajuan ilmu dan teknologi menyebabkan kerajaan ini tidak sanggup menghadapi persenjataan musuh dari Eropa yang lebih maju.[11]

            Karena faktor faktor tersebut, Turki Utsmani menjadi lemah dan kemudian mengalami kemunduran dalam berbagai bidang. Pada periode selanjutnya di masa modern, kelemahan kerajaan Utsmani menyebabkan kekuatan Eropa tanpa segan-segan menjajah dan menduduki daerah-daerah muslim yang dulunya berada di bawah kekuasaan Turki Utsmani,terutama daerah daerah yang berada di Timur Tengah dan Afrika Utara.[12]











            Sumber: www.google.com     



[1] Louis Babar dan Nicolas Micheroux,Asyiknya jelajah 194 negara,( Solo: Tiga Ananda,2011), halm 144
[2]
[3]Samsul Munir Amin,Sejarah Peradaban Islam, ( Jakarta:AMZAH,2014),halm 195
[4]Yudi Iswanto, King Suleiman, (Jakarta: Daras Book,2015), halm 20
[5]
[6]Samsul Munir Amin,Sejarah Peradaban Islam, ( Jakarta:AMZAH,2014),halm 198-211
[7]Yudi Iswanto, King Suleiman, (Jakarta: Daras Book,2015), halm 41
[8]Bahroin Suryantara, Sejarah Kebudayaan Islam,  (Bogor: Yudistira,2011) halm71
[9]Samsul Munir Amin, Sejarah Peradaban Islam, ( Jakarta: AMZAH,2014), halm199
[10]Ali Muhammad Ash-Shalabi,Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah( Jakarta:Pustaka Alkautsar,2002), halm652
[11]Badri Yatim, Sejarah Peradaban Islam,(Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1998),halm 168
[12]John Fardhon, Sejarah Dunia, ( Yogyakarta: Platinum,2009) halm 401

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tinggalan Arkeologi Masjid Tuha Lam'ura

SISTEM BUDAYA ADAT ACEH DALAM MEMBANGUN KESEJAHTERAAN

PULAU SCOTRA