khanduri bungong kayee

KHANDURI BUNGONG KAYEE Ritual khanduri bungong kayee adalah untuk tumbuhan/pohon yang berbunga,khususnya tumbuhan yang berbuah seperti nephlium,lansium,mangga,durian,kuini,mancang,dan lain-lain.itu di lakukan untuk menjaga buah dari tumbuh-tumbuhan meskipun angin selatan dan hililintar dan bertujuan untuk memastikan bahwa allah akan menjaga tumbuhan-tumbuhan berbuah dan bunganya tidak layu dan jatuh ke tanah.tumbuhan-tumbuhan itu tidak akan di serang oleh penyakit sehingga mereka akan bisa menjamin mata pencaharian/razeki bagi manusia. Ritual ini dekat kaitannya dengan ide bahwa angin yang menyebabkan tumbuhan/pohon berbunga. Tidak seperti bubur asyura bubur untuk khanduri bunga kayu hanya terdiri dari beras biasa ( breuh bit),santan(santan u),dan air (ie).bubur ini sama dengan bubur utuk khanduri padi.mereka di campur bersama-sama di panci da kemudiaan di masak.ketika bubur sudah matang,buur itu di tuang ke dalam 2 wadah.gula(saka) dan garam (sira )di tambahkan ke dalam wadah yang di berikan kepada anak anak,wadah lainnya di biarkan tanpa di tambahkan gula dan garam.anak anak desa di undang untuk datang ke kebunnya dan memakan bubur yang telak di taruk ke dalam wadah.sebalum memakan bubur anak anak duduk melingkar dan bubur tanpa gula dan garam di tempatkan di tengah-tengah.kepala keluara membacakan shamadiyah danmembacakan beberapa ayat al-qur’an. Setelah itu pembacaan doa (du’a) doa yang di baca terdiri dari empat bagian.pertama: dia memuji Allah dan bershalawat kepada nabi ( seulaweet keu nabi) dan keluarganya.kedua, meminta kebahagiaan di dunia dan akhirat,memohon kepada allah supaya di hindari bencanadan emohon kepada allah agar di beri keberkatan.ketiga,dia meminta ALLAH untukmemberi ampunan keppada kedua orang tua,guru,kakek dan nenek,tetangga,dan seluruh muslim di dunia yang masih hidup ataupun yang telah meninggal dunia.keempat,dia meminta kepada Allah untuk mendengar dan menjawab doanya terutama meminta nya untuk mncegah dampak kerusakan dari angin selatan dan dari petir.langkah ke tiga adalah menuangkan bubur wadah bubur yang tanpa gula dan garam di tuangkan ke akar pohon mangga yang sedang berbunga.mereka percaya bahwa ini akan di makan oleh semut-semut dan binatang lainnya sebagai sedekah tetapi yang paling adalah air dari bubur tersebut mengandung keberkatan yang dapat di hisap oleh pohon mangga yang sedang berbunga. Langkah ke empat adalah peusijuk pohon.pertama-tama segenggam ketan kuning(saboh gepa bu leukat kuneng) dengan kelapa parut yang di campurkan dengan gula palem (ue mirah) kemudian mengucapkan bismillah “dengan menyebut nama Allah “dan meletakkannya di pohon mangga. Langkah terakhir adalah mengambil sebuah gelas dari talam yang di isi dengan campuran beras dan padi dan meneberkannya padi dan beras pada dasar pohonnya, batangnya,cabang dan bunganya seperti ketika meneberkan beras untuk menepungtawari orang. Sumber : ritual kalender ANEUK JAMEE di aceh selatan karangan Dr.Abdul Manan,Msc.,MA. Di postkan oleh Rina Rahma mahasiswa fakultas Adab dan humaniora UIN AR-RANIRRY

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tinggalan Arkeologi Masjid Tuha Lam'ura

SISTEM BUDAYA ADAT ACEH DALAM MEMBANGUN KESEJAHTERAAN

PULAU SCOTRA