TEUNGKU MUHAMMAD DAWUD BEUREU'EH
Teungku muhammad dawud berue'eh lahir pada tanggal 23 september 1896 bertepatan dengan 10 jumadil akhir 1316 H. muhammad dawud yang kemudian di kenal dengan nama besar teungku muhammad dawud beureu'eh ( kebanyakan orang aceh menyebutnya Abu Beureu'eh.) lahir di kampung beure'eh meunasah dayah,kecamatan mutiara,kabupaten pidie,Aceh. ayahnya bernama tjoet ahmad ( keuchik ahmad ) keturunan pattani dan ibunya bernama tjut manyak seorang perempuan cantik asal kampung tersebut.
Tahun 1914 beliau meninggalkan masa bujangnya menikah dengan perempuan janda anak saudara kandung ayahnya sendiri yang bernama halimah di usi meunasah dayah kecamatan mutiara kabupaten pidie. hsil pernikahan tersebut beliau memperoleh tujuh orang anak. semenjak tahun 1914 muhammad daud mulai mendidik umat untuk memerangi belanda dan menghancurkan kezaliman di tanah aceh. terhitung kurun waktu 1926- 1942 muhammad daud mulai membangun madrasah madrasah dan mendidik kader islam di seluruh aceh secara berencana.kerena beberapa kelebihan yang di milikinya pada tanggal 26 agustus 1947 dawud beure'eh di angkat menjadi gubernur militer untuk daerah aceh langkat dan tanah karo.
ketika aktivitas gerakan aceh merdeka yang di dirikan pada tanggal 4 desember 1976 yang di pimpin langsung oleh teungku muhammad hasan tiro sebagai bekas muridnya yang mulai aktif di aceh maka teungku muhammad dawud be'reueh di tuduh berada di belakangnya.akhirnya pemerintah indonesia dan rejim orde baru pimpinan soeharto pada tanggal 1mai 1978 menculik beliau di daerah kediamannya beure'eh setelah shalat subuh di pagi buta. selanjutnya di bawa dan di kurung di jakarta sehingga matanya buta,setelah mendekam lama di sebuah rumah yang tidak pernah di inginkannya baru tanggal 05 september 1982 diizinkan pulang kampung dalam keadaan buta dan lumpuh atas inisiatif dan bujukan sejumblah tokoh masyarakat dan para pemimpin aceh kepada rezim orde baru.
teungku muhammad dawud beurue'eh meninggal pada tanggal 10 juni 1987 an di makamkan di kampung halamannya .
Tahun 1914 beliau meninggalkan masa bujangnya menikah dengan perempuan janda anak saudara kandung ayahnya sendiri yang bernama halimah di usi meunasah dayah kecamatan mutiara kabupaten pidie. hsil pernikahan tersebut beliau memperoleh tujuh orang anak. semenjak tahun 1914 muhammad daud mulai mendidik umat untuk memerangi belanda dan menghancurkan kezaliman di tanah aceh. terhitung kurun waktu 1926- 1942 muhammad daud mulai membangun madrasah madrasah dan mendidik kader islam di seluruh aceh secara berencana.kerena beberapa kelebihan yang di milikinya pada tanggal 26 agustus 1947 dawud beure'eh di angkat menjadi gubernur militer untuk daerah aceh langkat dan tanah karo.
ketika aktivitas gerakan aceh merdeka yang di dirikan pada tanggal 4 desember 1976 yang di pimpin langsung oleh teungku muhammad hasan tiro sebagai bekas muridnya yang mulai aktif di aceh maka teungku muhammad dawud be'reueh di tuduh berada di belakangnya.akhirnya pemerintah indonesia dan rejim orde baru pimpinan soeharto pada tanggal 1mai 1978 menculik beliau di daerah kediamannya beure'eh setelah shalat subuh di pagi buta. selanjutnya di bawa dan di kurung di jakarta sehingga matanya buta,setelah mendekam lama di sebuah rumah yang tidak pernah di inginkannya baru tanggal 05 september 1982 diizinkan pulang kampung dalam keadaan buta dan lumpuh atas inisiatif dan bujukan sejumblah tokoh masyarakat dan para pemimpin aceh kepada rezim orde baru.
teungku muhammad dawud beurue'eh meninggal pada tanggal 10 juni 1987 an di makamkan di kampung halamannya .

Komentar
Posting Komentar